MTs TTQ Menuju Madrasah ramah anak

Madrasah Ramah Anak Merupakan Rumah Ternyaman Bagi Anak. Di lingkungan madrasah, berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan pendidikan ramah anak, dari mulai budaya, regulasi, sampai metode pembelajaran yang menarik dan menyenagkan telah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
Mendidik memang tidak bisa mendadak, tapi butuh proses sampai dengan sukses, perlu modal dari ayah dan ibunya dan perlu model berupa suri teladan dari gurunya.
Semuanya harus terus dilakukan tanpa henti melalui berbagai inovasi dan seni, dengan harapan ke depan madrasah akan mampu menjadi pioner penyelenggra pendidikan yang amanah dan ramah anak.
Ada tiga kebahagiaan yang teramat sangat bagi anak-anak sekolahan ketika berada di sekolah atau madrasah, yaitu: Pertama ketika mereka mendengar bel istirahat, ke dua ketika mendengar bel pulang dan ke tiga ketika mereka mendengar pengumuman libur sekolah. Di saat itulah sinar kebahagaiaan terpancar di wajah mereka.
Berbeda ketika pembelajaran akan segera dimulai, sebagian besar dari mereka rata-rata belum siap untuk memulainya. Alih-alih mepersiapkan segala sesuatunya, tapi malah sebaliknya. Ada yang asyik dengan mainan yang dibawanya, ada yang sibuk ngobrol dengan temannya, bahkan ada yang ngantuk menguap tidak ada habis-habisnya.
Jadi, sepertinya kebahagian mereka hanya ada di jalanan antara sekolah dan rumah mereka. Dari rumah, mereka ingin segera pergi ke sekolah karena jenuh dengan berbagai omelan dan titah orang tua, sementara dari sekolah mereka ingin cepat-cepat pulang, karena jenuh dengan setumpuk tugas dan pelajaran yang diberikan guru yang dianggap membebani diri mereka.
Selain itu, bukan hanya otak mereka yang berat dengan beban pelajaran, tapi tubuh mereka pun merasa berat dengan beban buku yang mereka gendong setiap hari ke sekolah, karena saking banyaknya buku yang mereka bawa setiap harinya ke sekolah.
Yang harus digaris bawahi bahwa tugas pendidik yang utama adalah " Membuat suasana belajar dan proses pembelajaran" . Suasana belajar dimaksud adalah bukan hanya suasana fisik saja, tetapi suasana kejiwaan anak-anak yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dekan kata lain, selain sarana prasarana pendidikannya yang lengkap, juga pendidik dan tenaga kependidikannya yang mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan mampu mengelola pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *